Mantan Duta Besar Swedia Masuk Islam, Kisah Hidupnya Akan Difilmkan





Pemerintah Maroko akan memutar film dokumenter yang mengisahkan perjalanan mantan duta besar Swedia untuk Maroko, Mohammed Knut Johan Richard Bernstorm, menuju Islam selama sepekan.

Film itu merupakan produksi pemerintah Maroko atas perintah Puteri Shamsa Binti Hamda Al Nahyan setelah mendengar kisah perjalanan Islam Richard Bernstorm.

“Puteri Shamsa memerintahkan pembuatan film tersebut dan berharap film ini menjadi jembatan antara dua dunia yang selalu hidup dalam kesalahpahaman,” kata Ibtihal Jeffry, Deputi Direktur Tabah Foundation di Uni Emirat Arab, yang mendanai film kepada Hespress, harian berita Maroko, Selasa, 21 Oktober 2014.

Mendiang Richard Bernstorm lahir pada 22 Oktober 1919 dan meninggal dunia pada 21 Oktober 2009 silam. Sebagai diplomat, dia telah berkeliling mulai dari Spanyol, Uni Soviet, Brasil hingga Maroko.

Dia menjadi duta besar Swedia untuk Maroko antara tahun 1976 hingga 1983. Selama menjabat tersebut, Richard Bernstorm sangat menyukai kebudayaan Maroko. Pada 1983, dia memutuskan untuk pensiun dan kemudian memeluk Islam pada 1986 setelah menguasai bahasa Arab dan belajar Alquran.

Dia juga sempat menerjemahkan Alquran ke dalam bahasa Swedia dalam sebuah buku berjudul “The Message of Qur’an”.

Untuk mengenang usahanya dalam mendekatkan dua dunia, Islam dan Barat, pemerintah Maroko memberi penghormatan berupa pemutaran film berjudul “Between Two Worlds”, yang disutradarai oleh Ovidio Salazar, seorang sutradara asal Amerika.

Film ini mengisahkan kehidupan sang duta besar Swedia sebagai seorang Barat yang berpikiran terbuka dan sebagai seorang mualaf yang sangat mencintai agama barunya.

Dalam sebuah testimonial, mendiang duta besar Swedia itu disebutkan bisa hidup dalam dua budaya dan berupaya menggabungkan keduanya. Dia juga pandai dalam 13 bahasa dan selalu ingin terus belajar. Hingga akhirnya di ke Maroko di mana dia belajar Alquran dan bahasa Arab sampai dia menemukan kebenaran Islam.

Seorang wakil Kedutaaan Swedia di Rabat memuji hubungan yang solid antara Swedia dan dunia muslim.

“Hubungan solid Swedia dan Muslim sudah terjalin sejak dulu, saat zaman Kekalifahan dan Viking,” kata diplomat yang tak disebut namanya itu. “Museum di Swedia masih menyimpan salinan mata uang kuno Maroko yang berasal dari era Idrisid.”

Dari sembilan juta penduduk Swedia, 450.000-500.000 jiwa adalah muslim, laporan sensus US State Department menyatakan pada 2011.

Awal bulan ini, Swedia telah menunjuk Aida Hadzialic sebagai menteri wanita muslim pertama yang duduk di kabinet Stefan Lofven. Selain itu, Lofven juga mengangkat Mehmet Kaplan yang kelahiran Turki sebagai Menteri Perumahan.

Sumber: ukhtiindonesia.com



Paling banyak dibaca