Pertama Kali Muncul di TV, Musa Si Hafiz Cilik Ditertawakan Karena Mengaku Hafal al-Quran





Ketika umur 5.5 tahun adik Musa di acara Hafiz Indonesia mengatakan hafal 29 juz, penonton tertawa.

Tetapi setelah ditest di depan orang ramai dan benar adanya, semuanya pada menangis. MasyaAllah adik Musa.

Nama Musa La Ode Hanafi mendadak menjadi buah bibir.

Bocah yang baru berusia 7 tahun ini menyabet juara ketiga dalam Musabaqah Hifzil Quran atau MHQ Internasional di Mesir.

Kemampuan Musa saat melantunkan ayat suci Al Qur’an membuat penonton kagum, bahkan salah seorang juri mencium kepala bocah asal Muntok, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung tersebut.

Sejak kabar dan video Musa beredar media sosial, keberhasilan Musa ini juga diramaikan oleh kicauan para netizen.

Mereka rata-rata memuji kemampuan bocah ini dan berharap punya keturunan seperti Musa.

Bahkan Presiden Joko Widodo, juga menyampaikan ucapan selamat atas keberhasilan Musa melalui akun twitter pribadinya.

“Kita bangga dg prestasi Musa La Ode Abu Hanafi, hafidz 7 tahun di Musabaqah Hifzil Quran Internasional di Mesir -Jkw,” tulis jokowi melalui akun twitter pribadinya.

Tweet Jokowi tersebut telah diunggah hari ini Minggu (17/4/16) dan telah disukai lebih dari 2.145 dan dibagikan lebih dari 2.294 oleh kalangan netizen.

Beragam komentar juga disampaikan oleh netizen salah satunya seperti disampaikan pemilik akun @agnie_onlineshop yang menulis
” @jokowi terlebih dia memakai batik pak *membanggakan sekali,” tulisnya.

Musa La Ode Abu Hanafi atau Musa La Ode Hafish (usia 7 tahun 10 bulan), lebih dikenal dengan nama Musa Hafiz cilik, memang fenomenal. Pantaslah Presiden Joko Widodo menyanjungnya.

Badannya masih kecil, dan lidahnya yang masih cadel, belum bisa mengucapkan hurup “R”, namun Musa dinilai telah menjadi juara di hati dewan juri dan para hadirin, Musabaqah Hifzil Quran (MHQ) Internasional di Sharm El-Sheikh Mesir pada 10-14 April 2016.

“Meskipun secara tertulis dia hanya memperoleh juara tiga di ajang tersebut,” demikian pernyataan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Kairo, Mesir sebagaimana dikutip www.TribunKaltim.co dari situs Kementerian Luar Negeri Indonesia.

Menurut Dewan Juri dan panitia dari Kementerian Wakaf Mesir, bacaan Al-Quran diatur dengan kaidah dan hukum yang jelas dan tidak bisa dikesampingkan antara lain terkait makharijul huruf. Kehebatan Musa sempat mendapat pujian dan sanjungan dari Presiden Joko Widodo.

Musa adalah bocah kelahiran dari Bangka Brat, Provinsi Bangka Belitung tahun 2008.

Orangtuanya, La Ode Abu Hanafi Musa (ayah) dan Yulianti, ibu.



Sumber: tribunnews.com



Paling banyak dibaca