Kisah Pak Tua Penjual Buku Tuntunan Shalat Yang Menginspirasi Jutaan Orang !! SHARE



Jangan menilai seseorang dengan hanya melihat penampilan dan kulit luarnya saja.. mungkin ini adalah pepatah yang paling tepat untuk mengawali cerita tentang kisah nyataku ini..


NetOopsblog protected imageNetOopsblog protected imageNetOopsblog protected image


Ketika aku dan adikku sedang keluar dari salah satu toko di buah batu, Bandung. Saya ditawari buku tuntunan shalat oleh pak tua. Awalnya aku ga mau beli karena sudah punya, tapi jujur saja karena iba karena usia beliau yg terbilang sudah sepuh, akhirnya aku bertanya "berapa pak?" "Ten thousand rupiah". Aku kagum dia bisa bahasa Inggris.

Lalu dia bertanya "sekolah apa?" "Manajemen" "ohh kalo manajemen itu prosesnya harus melalui tahap Planning, Organizing, Leading & Controling" wah itu kan yang baru aku pelajarin pas masuk kuliah.

Lalu dia bertanya ke adikku "sama kuliah juga?" "Iya perencanaan kota" "oh itu kan namanya Planologi. *berbicara panjang lebar ttg tata kota di Bandung*" biasanya orang awam tidak tahu apa itu Planologi.

Semakin kagum & penasaran akhirnya aku tanya "bapak kok tau belajar dimana?" "Oh saya suka membaca. Baca buku apa saja. Saya otodidak" beliau juga ternyata tahu tentang Psikologi, menjelaskan ttg alam bawah sadar, Sigmund Freud berasal dari mana, dll yang teori spesifiknya aku pun sudah agak lupa.

Lalu ku tanya "bapak tinggal dimana?" "Saya di Pasteur, BY FOOT" really jalan kaki!?, aku saja tiap hari naik mobil ke daerah sana sering ngeluh karena jauh, dan beliau jalan kaki :"( rasanya mau mewek saat itu juga...

Beliau sangat menguasai bhs inggris, ilmu2 perkuliahan, sungguh dia sangat layak untuk mendapatkan hal yg lebih baik. Aku malu jadi mahasiswa yg ga belajar sungguh2... frown emotikonSetelah mengobrol panjang lebar sekitar 10 menit, akhirnya kita berpamitan untuk pulang & berfoto, jadi masih mengingat muka satu sama lain.

Semoga bapak & keluarga dalam lindungan Allah SWT. Terima kasih atas ilmu yg diberikan Pak Sutan yg sudah saya anggap sbg dosen sendiri, dan menyadarkan kami tentang indahnya berbagi, semoga bertemu di lain kesempatan ya pak

Paling banyak dibaca