Hai Para Ayah Perhatikanlah Anak Anakmu! Jangan Lupa untuk Memeluk mereka! Sampaikan pada Suamimu ya



Tahukah Anda bahwa pelukan ayah membuat anak cerdas dan mandiri? Pelukan ini memang terkesan sebagai hal sepele, tapi nyatanya banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan dari pelukan ini.

Bukan hanya mampu memberikan rasa aman, tetapi juga mampu mentransfer keberanian & kemandirian pada anak Anda. Bisa dikatakan, pelukan merupakan salah satu wujud kasih sayang orang tua di dalam bentuk sentuhan fisik pada si buah hati yang sangat mudah dilakukan. Inilah alasannya kenapa para orangtua harus menjadikan pelukan kepada anak ini sebagai bagian dari rutinitasnya sehari-hari.



Sayangnya, meskipun terbilang sangat mudah, namun tidak semua orangtua terbiasa untuk memeluk anak-anaknya. Apabila orangtua tidak membiasakan memberikan pelukan sejak anak-anaknya masih kecil, jangan heran apabila sampai de-wasa nanti, mereka justru merasa tidak nyaman saat dipeluk. Biasanya, yang tidak terbiasa memberikan pelukan kepada anak-anak mereka diantara orangtua adalah para ayah.
Menurut psikolog Melly Puspita Sari, S.Psi., MT, NLP, seperti dikutip oleh laman kompas.com, bisa jadi, ayah yang sulit untuk memeluk anak dulunya juga mungkin jarang dipeluk orang tuanya. Karena si ayah tumbuh & berkembang jarang juga dipeluk, ia akan melakukan hal yang sama juga kepada anaknya. Namun kalau ia biasa dipeluk saat kecil oleh orangtuanya, dia juga akan memeluk anaknya.

Hasil sejumlah penelitian terbaru yang ditulis dalam buku The Miracle of Hug menunjukkan bahwa pelukan antara orangtua dengan anaknya mampu meningkatkan kecerdasan otak, menstimulasi keluarnya hor-mon oksitosin yang dapat memberikan perasaan tenang kepada anak, serta dapat memberi dampak yang positif pada perkembangan anaknya. Yang tidak kalah pentingnya, selain pelukan ayah membuat anak cerdas & mandiri, tenyata juga dapat membuat anak makin merasa dicintai dan dihargai.

Yang lebih menariknya lagi, pelukan dari masing masing orang tua dapat mentransfer hal yang luar biasa pada anaknya. Masing-masingnya akan mentransfer sifat-sifat tertentu pada anaknya, sehingga anak nantinya akan tumbuh dan berkembang menjadi seorang anak yang sehat.

Psikolog Melly Puspita Sari juga mengatakan bahwa saat ayah memeluk, sesungguhnya ia sedang mentransfer kemampuan kemandiriannya. Ayah dapat mentransfer aspek berani untuk berinteraksi dengan berbagai figur otoritas yang terdapat di luar rumah. Anak-anak ini nantinya akan lebih kuat saat sedang berada di luar rumah. Sebaliknya, anak-anak yang pernah mendapat ke-kerasan dalam rumah tangga, cenderung akan menjadi seorang penakut saat sedang berada di luar rumah.

Jika pelukan ayah membuat anak cerdas & mandiri, lain halnya dengan ibu. Pada saat ibu memeluk, sifat empatinya akan tersalurkan pada anak. Ibu merupakan figur afeksi, yang pada saat anak sakit, ia akan merawat & memeluk anak untuk memberi kenyamanan. Nah, jika Anda belum terbiasa, sebaiknya segera membiasakan diri untuk memberi pelukan hangat kepada anak. Agar anak Anda tumbuh menjadi sosok atau pribadi penyayang, pintar dan mandiri.

Paling banyak dibaca