Wah!! Kocaknya "Surat Cinta" untuk ISIS dari Warga Jakarta Ini

Kekuatan mental masyarakat Jakarta terkait ledakan bom yang terjadi di Sarinah, MH Thamrin, Kamis, 14 Januari 2016, memang luar biasa. Mereka menolak takut dan mendeklarasikannya dengan lantang melalui tagar #kamitidaktakut.
Seperti diberitakan sebelumnya oleh merdeka.com, Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian menyatakan otak di balik aksi teror tersebut diyakini masih terkait dengan kelompok Santoso di Poso, Sulawesi Tengah. Dia adalah Bahrun Na'im yang diyakini memiliki ambisi besar untuk merebut kepercayaan dari pemimpin ISIS, Abu Bakar Al-Bagdadi, untuk memimpin kawasan Asia Tenggara.
Warga Jakarta bernama Denny Siregar ini membuktikan rasa tidak takutnya pada ISIS, otak di balik peristiwa bom Sarinah, melalui secarik "surat cinta" jenaka. Dalam blog-nya, Denny Siregar.com, ia menyatakan dengan kocak bahwa warga Jakarta mengganggap "imut" serangan teror macam ledakan di Sarinah. Mengapa?
"Karena selama puluhan tahun, setiap waktu, kami selalu bersentuhan dengan yang namanya teror…Kalian lupa bahwa kami sudah terlatih menghadapi teror yang bernama debt colector. Yang tiap saat, kalau telat bayar, krang kring ke kantor kami, ke rumah kami, bahkan sampai ke sekolah anak kami."
Ia pun menambahkan bahwa teror sudah biasa dialami warga Jakarta yang biasa naik angkutan umum. Adapun petikannya berbunyi:
"Hei ISIS ! Tau kan bus sumber kencono ? Yang larinya kayak anjing ngejar maling ? Berani naik itu ? Taruhan pasti kalian terkencing2. Lah kami ? Bahkan senang duduk samping supir, sambil berasa maen need for speed. “Kurang cepat, pir… Kiri kosong, pir… Yak, salip pir..” Tambah lagi kopaja ma metromini. Yang gak bisa liat lawan sedikit, kernetnya langsung tereak, “Rapat belakang, rapat belakang… Tareeeekkk…” Dan kami harus loncat dengan satu kaki melayang di awan. Apa yang lebih teror dari itu?"
Tidak lupa, ia sedikit menyindir kaum birokrat yang bermarkas di Gedung MPR/DPR, Senayan.
"Kami sudah kenyang dengan teror.. Kalau mau belajar neror, belajar ke kami. Mau tau rajanya teror ? Datang ke senayan. Disana tukang teror semua, yang penting ada komisi. Kalau gada komisi, mereka tidur lagi. Gilanya lagi, kalau ketangkep, mereka dadah2 di tipi. Tidak ada yang mereka takuti. Bahkan Tuhan-pun, kalau bisa, mereka sambangi. “Tuhan, apa ga ada proyek pengadaan parfum di surga ? Biar kami yang urusi..”

Paling banyak dibaca