SANGAT MENGINSPIRASI : RIBUAN ORANG MENANGIS TERAHARU KARENA CERITA INI, SILAHKAN DIBACA GUYS..!!!

Kita tidak akan tahu rejeki yang datang pada kita dari mana, apakah ini dari pekerjaan kita sehari-hari atau mungkin dari hal yg tidak terduga. Yang pasti, Tuhan menyuruh kita untuk kerja dan berupaya. Seperti cerita di bawah ini, mungkin kita bakal merasa malu pada diri sendiri bila membaca cerita ini :
REZEKI DATANG DARI ARAH MANA SAJA

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya (Yeti Haryati). Masih penuh gerobaknya, buah-buah teratur rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau telaten dengan Al-Qurannya. Hingga jam 10 hujan blm berhenti. Saya mulai kuatir karena sepi tak ada konsumen datang.

Saya keluar memberi air minum. “Kalau musim hujan jualannya ribet juga ya, Pak… Mana masih sangat banyak. ”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Semoga ada rezekinya.. . ” jawabnya.

“Aamiin, ” kataku. “Kalau gak abis bagaimana, Pak? ” tanyaku.

“Kalau tidak abis ya resiko, Bu. Seperti semangka, melon yang telah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng dari pada kebuang. Seperti bengkoang, jambu, mangga yang masih tetap bagus dapat disimpan. Semoga saja dapet nilai sedekah, ” katanya tersenyum.

“Kalau hujan selalu sampai sore bagaimana, Pak? ” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rezeki saya hari itu diizinkan banyak berdoa. Kan bila hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Tuturnya sembari tersenyum. “Dikasih peluang berdoa juga rezeki, Bu…”

“Kalau tidak dapet duit gimana, Pak? ” tanyaku lagi.

“Berarti rezeki saya bersabar, Bu… Allah yang ngatur rezeki, Bu… Saya tergantung sama Allah.. Apa saja bentuk rezeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Namun Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan. Pernah tidak dapat uang sama sekali, tau-tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup mencari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha, ” tuturnya lagi sembari memasukkan Alqurannya ke kotak di gerobak. “Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan.. Makasih yaa, Bu…”

Saya terpana… Begitu malunya saya, dipenuhi rasa gelisah saat hujan datang, demikian khawatirnya rezeki materi tak didapat hingga mengabaikan nikmat yang ada di depan mata. Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, bisa beribadah, bisa bersukur dan bersabar adalah jauh…jauh lebih bernilai dari pada uang, harta dan jabatan…

Paling banyak dibaca